Rabu, 23 Juli 2014

Maafkan aku

Maafkan aku karna tak mempercayaimu di awal
Maafkan aku karna menolakmu
Maafkan aku karna aku sempat menganggap ini lelucon
Maafkan aku karna aku terlambat menyadari
Maafkan aku karna aku hanya bisa menyesali
Maafkan aku karna tak dapat berkata apa-apa untuk menahanmu
Maafkan aku karna membuatmu tak percaya lagi padaku
Maafkan aku karna sempat menghindarimu
Maafkan aku karna selama ini mencintaimu
Maafkan aku karna diam-diam masih merindukanmu
Maafkan aku karna cemburu melihatmu dengannya
Maafkan aku karna terbiasa menulis tentang kamu
Maafkan aku karna selalu menjadikan kamu isi dalam doaku
Maafkan aku karna aku suka bercerita tentangmu dengan senyum bahagia
Maafkan aku karna aku suka menangisimu
Maafkan aku karna aku tak bisa memahami rasa sakitmu
Maafkan aku atas semua ini
Aku mencintaimu :)

Aku ingin menjadi apapun

Aku sungguh ingin menjadi cita-citamu
Yang hanya kau gantungkan diawal sebagai sebuah proses untuk menggapaiku
Lalu hari demi hari berikutnya kamu akan berjuang sepenuh hati dan sekuat tenaga untuk menggapaiku
Aku sungguh ingin menjadi rumahmu
Yang mungkin kau tinggalkan namun akan selalu menjadi tujuanmu untuk kembali
Tak peduli seberapa jauh pun kamu pergi
Tak peduli seberapa lama pun aku harus menanti
Aku sungguh ingin menjadi udara
Yang tak terlihat dimatamu
Namun sangat kau butuhkan
Aku sungguh ingin menjadi apapun yang kamu butuhkan, apapun yang kamu cari, apapun yang kamu cintai....

Rindu Abadi

Aku menikmati waktu sendiriku
Aku tak pernah kesepian karna aku ditemani kenangan kita
Aku menikmati waktu sendiriku
Karna aku bisa bebas merindukan kamu
Aku merindukan kamu saat aku sendiri
Aku merindukan kamu saat aku berada ditengah keramaian
Aku merindukan kamu saat aku bersama yang lain
Aku merindukan kamu saat kamu ada bersamanya
Aku merindukan kamu saat kamu di kota lain
Aku merindukan kamu saat kamu tak dapat kulihat
Aku merindukan kamu saat kamu sibuk dengan duniamu
Aku merindukan kamu saat kamu didepanku
Aku tetap merindukanmu walaupun kamu disini
Karna aku tak dapat menggapaimu, bahkan dari jarak sedekat ini.

Senin, 21 Juli 2014

Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu ketika kamu menyebut namaku untuk pertama kalinya
Aku mencintaimu ketika kamu mulai mengirimkan pesan singkat
Aku mencintaimu ketika aku melihat senyummu
Aku mencintaimu ketika kamu menyentuh pipiku pertama kali
Aku mencintaimu ketika kamu mengabaikan godaan temanku demi bersamaku
Aku mencintaimu bahkan ketika kamu menyuruhku menunggu, walau setelahnya kau hanya menyapaku sebentar dan kembali pada kesibukkanmu                     
Aku mencintaimu ketika kamu menyapaku dari kejauhan
Aku mencintaimu ketika kamu membuat kartu valentine untukku
Aku mencintaimu ketika kamu mengedipkan sebelah matamu untuk menggodaku disela kesibukanmu
Aku mencintaimu ketika kamu menjadikan fotoku sebagai wallpaper di handphone mu bahkan saat aku tidak bersamamu
Aku mencintaimu saat kita mengerjakan sesuatu bersama
Aku mencintaimu ketika kamu mengajariku sesuatu
Aku mencintaimu ketika kamu menegurku karna aku tak becus melakukannya
Aku mencintaimu saat aku melihatmu menaiki tangga itu dan aku berjalan di belakangmu
Aku mencintaimu saat kamu mencoba menyentuh jemariku walaupun aku menolaknya
Aku mencintaimu ketika kamu sakit
Aku mencintaimu ketika kamu akhirnya menemukan orang yang lebih baik dariku
Aku mencintaimu ketika kamu datang ke tempat pemutaran film
Aku mencintaimu ketika kamu memilih duduk didepanku
Aku mencintaimu ketika kamu sibuk dengan pekerjaanmu
Aku mencintaimu ketika aku melihat gambarmu dengannya
Aku mencintaimu ketika kamu       kembali sibuk dengan pekerjaanmu               
Aku mencintaimu ketika kamu masih sempat-sempatnya menggodaku
Aku mencintaimu ketika kamu bertanya padaku untuk apa menangisimu
Aku mencintaimu ketika kamu meminta aku mengambil gambarmu
Aku mencintaimu ketika kamu    tertidur di sela pekerjaanmu
Aku mencintaimu ketika aku harus pulang tanpa terlebih dulu bicara padamu
Aku mencintaimu ketika aku tahu kamu akan pindah ke kota lain
Aku mencintaimu ketika kamu pergi dan berjanji padaku, kelak kau akan kembali untukku
Aku mencintaimu ketika kamu datang ke kota kita
Aku mencintaimu ketika kamu menungguku kembali dari Bandung
Aku mencintaimu ketika kamu datang ke rumahku meski hanya untuk memberi buah tangan
Aku mencintaimu ketika aku datang ke kotamu
Aku mencintaimu ketika kamu memanggilku "sayang"
Aku mencintaimu ketika aku menunggumu di penginapan
Aku mencintaimu ketika aku panik kita tak dapat bertemu
Aku mencintaimu ketika kamu menyempatkan menemuiku siang itu di malioboro
Aku mencintaimu ketika kamu bilang kamu akan kembali pada bulan oktober
Aku mencintaimu ketika kamu pamit untuk pergi lagi
Aku mencintaimu ketika aku melihatmu berlari menjauh tanpa menoleh kebelakang
Aku mencintaimu ketika aku kembali lagi ke kotaku
Aku mencintaimu ketika kita masih saling mengirim pesan singkat
Aku mencintaimu ketika kamu datang ke kota kita lagi
Aku mencintaimu ketika kamu menghubungiku dan mengatakan kamu ingin bertemu denganku
Aku mencintaimu ketika aku tidak bisa datang karna ada janji yang lain
Aku mencintaimu ketika kamu berjanji akan melihat konser bersamaku
Aku mencintaimu ketika kamu bilang akan menjelaskan semuanya   
Aku mencintaimu ketika aku telah mengorbankan hubunganku demi mendengar penjelasanmu
Aku mencintaimu ketika aku diberitahu orang lain bahwa kamu tidak akan datang            
Aku mencintaimu ketika kamu benar-benar tidak datang
Aku mencintaimu ketika kamu tak bisa meluangkan 1 menit saja untuk mengirimkan pesan singkat
Aku mencintaimu ketika aku bisa kembali ke kotamu
Aku mencintaimu ketika teman-temanku memanggilmu
Aku mencintaimu ketika aku salah tingkah saat kamu menghampiriku
Aku mencintaimu ketika kamu bilang aku menjadi lebih kurus walaupun aku masih sama seperti dulu
Aku mencintaimu ketika lagi-lagi kamu harus pergi meninggalkan aku
Aku mencintaimu ketika kamu lagi-lagi kembali ke kota kita
Aku mencintaimu ketika aku menyempatkan diri datang ke sekolah
Aku mencintaimu ketika kamu bilang aku harus menunggu sebentar
Aku mencintaimu ketika kamu mengeluh sakit padaku
Aku mencintaimu ketika kamu melihatku bercanda dengan orang lain
Aku mencintaimu ketika kamu salah paham
Aku mencintaimu ketika kamu mengabaikan aku
Aku mencintaimu ketika kamu menjauhi aku
Aku mencintaimu ketika kamu mempertanyakan harga diriku
Aku mencintaimu ketika aku kehabisan kata untuk menjelaskan padamu
Aku mencintaimu ketika kamu menemukan orang lain lagi yang lebih baik dariku, yang memberikanmu kado spesial di hari ulang tahunmu
Aku mencintaimu ketika aku tak tau harus berbuat apa saat kamu masih mengabaikan aku
Aku mencintaimu bahkan ketika kamu tak ingin lagi mengenalku
Aku mencintaimu ketika tak ada ucapan darimu saat ulang tahunku
Aku mencintaimu meski setelah 6 bulan kamu tidak bicara padaku
Aku mencintaimu ketika akhirnya kamu kembali lagi ke kota kita meskipun aku hanya dapat melihatmu sebentar tanpa bicara
Aku mencintaimu ketika aku bilang pada orang lain kalau aku sudah melanjutkan hidupki
Aku mencintaimu ketika kamu menyapaku kembali dan menanyakan kabarku
Aku mencintaimu ketika aku berbohong dan mengatakan aku baik-baik saja
Aku mencintaimu ketika untuk kesekian kalinya kamu kembali ke kota kita
Aku mencintaimu meskipun aku tak disana
Aku mencintaimu ketika kamu mengeluh pada Tuhan saat kamu galau
Aku mencintaimu ketika kamu kembali menyapaku di sosial media setelah sekian lama
Aku mencintaimu selama ini
Aku masih mencintaimu setelah semua ini

Kamis, 10 Juli 2014

Mengingat Kamu

"Maaf ya aku sering bikin kamu kesel, sering marah-marahin kamu, padahal kamu cinta mati sama aku, harusnya aku bisa bahagiain kamu"
Kata-kata dari seorang tokoh fiktif di televisi inilah yang cukup menamparku. Bukan oleh kata-katanya, namun makna dari kata-kata itu. Alangkah berartinya kalimat itu jika kamu yang mengucapkannya. Seketika aku mengingat kamu. Seketika aku merindukan kamu. Seketika aku menyadari sesuatu, aku masih mencintaimu.