Senin, 22 Juni 2015

Bapa, aku mau pulang....

mungkin aku tidak cocok lagi disini....
aku mau pulang...
mungkin manusia terlalu jahat untuk dijadikan teman...
aku mau pulang...
mungkin dunia bukan tempat yang aman...
aku mau pulang...
dengan cara yang baik mungkin akan lama
dengan cara yang buruk mungkin lebih cepat
namun aku takut tersesat
aku mau pulang, ke rumah yang Dia sediakan bagiku
mungkin aku juga belum pantas untuk datang kesana
lalu aku harus kemana?
Bapa aku mau pulang....

Rabu, 01 April 2015

tak harus utuh untuk menjadi berharga

"tak harus utuh untuk menjadi berharga"

aku adalah wanita yang putus asa.
dalam hal apapun itu, aku merasa aku tidak akan berhasil melakukannya. terutama dalam soal menjalin hubungan cinta dengan lawan jenis. apa yang bisa diharapakan seorang pria dari seorang wanita yang tidak utuh? tak ada hal yang bisa dibanggakan dari wanitanya itu.
aku adalah wanita yang penuh dengan ketakutan. aku selalu takut untuk mencoba dan memulai lagi. aku takut tidak akan ada pria yang bisa menerima dengan lapang dada jika wanitanya tidak utuh lagi. aku takut gagal lagi. aku takut patah hati lagi. aku takut dimanfaatkan lagi.
ibuku pernah bilang, tak ada orang yang baik 100%, setidaknya mereka baik karena menginginkan sesuatu darimu, entah hal yang kecil dan tak berarti maupun yang besar dan berharga. dulu, aku seolah tak menghiraukan nasihatnya. aku percaya semua orang yang berbaik hati kepadaku. kini aku tak percaya siapapun.
bahkan ketika ada seorang pria yang mendekatiku, tahu rahasiaku dan mengatakan padaku "tak perlu utuh untuk menjadi berharga". dia seperti mengerti benar apa yang aku rasakan. perasaan hina, takut, putus asa, sendirian. dia menjadi teman yang baik. aku tak berharap banyak padanya, karena aku telah belajar, berharap hanya akan membawa kita pada kekecewaan.

Jumat, 27 Maret 2015

kesempurnaan dalam ketidaksempurnaan

kita punya banyak keterbatasan dan perbedaan, tapi kita bahagia.
halangan dan rintangan mungkin akan sedikit menggoyahkan kita, sedikit.
selebihnya, ketika kita bersama, kita akan merasa seperti dua manusia yang paling bahagia.
kesempurnaan dalam ketidak sempurnaan.
karna cinta tidak pernah menuntut apapun, termasuk kesempurnaan.

Selasa, 24 Maret 2015

takut dan tertekan

kini dia mulai bisa melakukan sesuatu tanpa aku, berjauhan denganku, membalas singkat pesanku, mendiamkan aku. aku selalu takut dia pergi, aku selalu takut ia berpaling. semua keyakinan yang aku punya seketika goyah ketika ia mulai marah, mulai acuh padaku. aku selalu takut rasa sayangnya akan berkurang lalu hilang begitu saja. semua hal itu tak hanya membuatku takut, namun juga membuatku tertekan. aku harus mencari jalan keluar secepatnya. melepaskan, mengikhlaskan dan melupakannya bukan jawabannya.

ini soal kepercayaan dan tentang keyakinan

aku dan dia bukan pasangan yang sempurna, bahkan bisa dibilang sangat jauh dari sempurna.
kami menjalani 8 bulan hubungan ini dengan banyak perbedaan.
sifat, sikap, kebiasaan, agama...
yang terakhir mungkin akan jadi yang terberat ketika kami mulai berpikir akan melanjutkan hubungan ini ke arah yang lebih serius.
sebagai wanita yang tidak utuh, aku bahagia bisa memilikinya. dia tak pernah mempersoalkan kekuranganku. dia selalu mengusahakan yang terbaik untuk kepentinganku dan kebahagiaanku.
aku tak dapat membayangkan bagaimana jadinya aku tanpa dia. ini mungkin terdengar gila, posesif dan obsesif. aku tidak seharusnya terlalu menggantungkan diri (dan kebahagiaanku) pada orang lain. aku tahu harusnya aku bisa lebih mandiri. 
namun, sejak aku kehilangan seseorang yang sangat aku cintai (yang bahkan tak mencintaiku juga) aku begitu rapuh. aku memiliki seseorang yang begitu mencintaiku, seseorang yang dulu memperjuangkan setengah mati cintaku yang dibawa entah kemana oleh masa lalu. aku tak akan melepaskannya. tak akan pernah.
soal kepercayaan kami, sangat berbeda dan bertolak belakang. kepercayaan yang saya anut, begitu mengagungkan sebuah pernikahan. tak ada kata bercerai, karna apa yang disatukan Tuhan tidak dapat dipisahkan manusia,  selingkuh dan menikah lagi (walau sudah dinyatakan bercerai) akan dianggap berzina, tidak akan ada poligami. di kepercayaan yang dia anut, ada istilah menikah siri (yang hanya sah dalam agama), poligami, bercerai sangat mudah dilakukan. aku begitu takut akan hal itu, aku ingin komitmen yang kami bangun nantinya adalah untuk selamanya.
dan tentang keyakinan. aku begitu yakin mencintainya, aku juga yakin akan punya hubungan yang bertahan lama, aku yakin akan bersamanya hingga akhir hayat kami berdua. mungkin kami terlalu muda, namun keyakinan itu telah aku miliki. aku tak ragu.
keyakinannya? mungkin patut dipertanyakan. lisannya selalu berusaha membuatku percaya jika ia meyakini hal yang sama denganku. aku pun tidak bodoh. aku tahu dengan jelas, gerak gerik keraguannya itu.
jika ia akan membaca ini, aku ingin dia tahu, aku mencintainya, aku ingin terus bersamanya dalam susah maupun senang, saat sehat maupun sakit, sampai salah satu dari kami dipanggil oleh-Nya. tak terpikirkan olehku untuk meragukannya, walau kadang aku masih berpikir lagi, saat berpikir itu pula lah aku kembali meyakinkan diri bahwa dialah orang yang kupilih untuk menemaniku. aku harap dia punya keyakinan yang sama kuatnya denganku. aku akan bahagia bersamanya. aku tahu itu.