"Maaf ya aku sering bikin kamu kesel, sering marah-marahin kamu, padahal kamu cinta mati sama aku, harusnya aku bisa bahagiain kamu"
Kata-kata dari seorang tokoh fiktif di televisi inilah yang cukup menamparku. Bukan oleh kata-katanya, namun makna dari kata-kata itu. Alangkah berartinya kalimat itu jika kamu yang mengucapkannya. Seketika aku mengingat kamu. Seketika aku merindukan kamu. Seketika aku menyadari sesuatu, aku masih mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar