Kamis, 13 Maret 2014

LELAH

Kepalaku lelah mikirin kamu.
Mataku lelah ngeliatin handphone yang selalu sepi dari pesan-pesanmu. Nahan nangis kalo kangen kamu.
Telingaku lelah menunggu untuk denger suara kamu.
Bibirku lelah melafalkan doa untuk kamu.
Jari tanganku lelah ngodein kamu lewat tiap tweet yang aku post.
Kakiku lelah harus berdiri sendirian tanpa kamu.
Hatiku yang paling lelah. Hati aku lelah menunggu kamu kembali.
Tapi karna banyaknya kelelahan itu, bukan berarti aku akan menyerah dab berhenti.
Aku masih mencintai dan menunggumu.

Jumat, 07 Maret 2014

Kamu dan matahari

Sudah terlalu banyak yang kutulis
Namun tak benar-benar mewakili perasaanku
Tak juga dapat menyentuh hatimu
Lalu aku harus bagaimana lagi agar hatimu tersentuh?

Ingin menggapaimu
Sama seperti ingin menggapai matahari
Terlalu sulit
Terlalu jauh

Berusaha menyentuhmu
Sama seperti bunuh diri
Baru saja mendekat
Hatiku sudah terbakar

Meskipun kini aku berusaha menjauh
Lukanya masih ada
Masih terasa panas dan perih
Harus dengan apa aku mengobatinya?

Semakin lelah dan menyerah

Yang aku lakukan selama kamu pergi adalah menunggu kamu...
Menunggu kamu memberi kabar
Menunggu kamu merindukan aku
Menunggu kamu kembali

Hingga...
Satu pertanyaan muncul di benakku
Sampai kapan aku terus menunggu?

Satu pertanyaan yang disusul dengan pertanyaan lain
Kapan kamu kembali?
Bukankah cinta tak terpisahkan oleh jarak?
Mengapa jarak jadi masalah sekarang?

Aku hanya manusia biasa, dam.
Aku juga bisa lelah
Sekuat apapun aku bertahan
Selama apapun aku menunggu

Bukankah akan menjadi sia-sia nantinya?
Jika kamu tidak pernah menoleh kearahku
Jika kamu tidak pernah mencintai aku

Meskipun aku punya banyak alasan untuk pergi...
Nyatanya aku tetap tinggal
Nyatanya aku tetap menunggu

Namun kini aku sadar satu hal
Aku punya kehidupanku sendiri
Dan aku harus mulai memikirkannya

Jika kamu memang mencintaiku
Kamu akan mencariku
Kalaupun tidak...
Aku tahu dimana aku berdiri

Hal terakhir yang harus kamu tahu
Selama satu tahun ini aku mencintai kamu dengan tulus
Mungkin ini adalah batas akhirku
Aku menyerah....

(Untuk manusia ciptaan Tuhan bernama Adam...yang mungkin tak sempurna namun memberi inspirasi)

Wanita itu aku

Kapan kamu bisa melihat ketitik yang tepat?
Kapan kamu bisa berjalan ke arah yang benar?
Tak tahukah kamu...
Wanita yang paling bodoh ini adalah wanita yang paling tulus mencintai kamu

Wanita yang tidak pernah menangis di hadapanmu
Meskipun kau terus menerus ingkar janji dan menorehkan luka-luka baru tiap kali kalian bertemu

Wanita yang tidak pernah ingin mengganggumu
Walaupun dia harus mati tenggelam dalam kerinduan

Wanita yang sabar menanti kabarmu
Meskipun kamu tidak pernah mengingatnya saat melakukan apapun

Kau tenggelam dalam kesibukanmu
Dan dia tenggelam dalam kerinduannya
Jika kamu memilih tak peduli dan dia tetap memilih diam
Kapan kaliab bertemu?

Rumit

Semudah inikah kamu melupakan aku?
Semudah inikah kamu meninggalkan aku?
Berlari ke arah lain
Membiarkan aku tersesat sendiri

Padahal, aku tak pernah benar-benar merasakan cinta sedalam ini
Tak pernah benar-benar merasakan rindu segila ini
Perasaan ini terlalu rumit
Sampai-sampai bisa mengacaukan isi kepalaku

Mencintaimu sama seperti memeluk kaktus
Merindukanmu sama seperti memancing di danau kering
Dan menantimu...
Sama seperti menanti pangeran dengan kuda putih di dunia nyata

Terlalu sakit...
Sia-sia...
Dan mustahil...

Lelah

Mimpi kita saat itu terlalu jauh
Khayalan kita terlalu tinggi
Padahal kita berdua sama-sama tahu
Tak mungkin ada penyatuan  diantara kita

Semakin hari, semua ini terasa semakin berat
Bukannya pesimis, tapi semua ini jadi terasa sia-sia
Apa kini aku berjuang sendirian?
Apa kini kau mulai tak peduli?

Sayang aku lelah...
Aku butuh pundak untuk bersandar
Melepas semua bebanku yang mungkin kutuangkan dalam air mata
Tapi apakah mungkin itu pundakmu?

Cinta

Mungkin aku memang salah
Mungkin aku mengecewakanmu
Tapi, bukankah tiap orang boleh mendapatkan kesempatan kedua?

Sayang, setiap orang pernah salah
Kau pun begitu
Aku pun juga pernah kecewa karnamu

Tapi bukankah cinta itu memaklumi?
Bukankah cinta itu memahami?
Dan bukankah cinta itu memaafkan?

Memaafkan seseorang memang bukan hal mudah
Tapi percayalah cinta bisa melakukannya
Karna cinta adalah keajaiban

Jangan goyah ketika seseorang meneriakimu bodoh
Karna dari kebodohan itu, kita bisa melihat ketulusan cinta

Cinta itu sederhana tapi nyata :)

Menjauh

Tak mudah bagiku membiasakan diri tanpa hadirmu.
Tak mudah pula bagiku tak menerima kabar darimu.

Hal paling sulit yang kini harus kulakukan
Bukan karna aku ingin
Tapi karna kamu....
Sikapmu seolah mengisyaratkan itu

Sepertinya kamu ingin aku menjauh dan melupakanmu
Aku akan mencobanya
Tak apalah jika aku terluka tapi bisa membuatmu bahagia

Memimpikan kamu lagi

Malam ini, kamu hadir lagi di mimpiku.
Entah kebetulan atau bukan...

Aku sudah berusaha melupakanmu, namun tak berhasil.
Bayang-bayangmu masih mengisi hari-hariku.
Suaramu masih kurindukan.
Ingin rasanya memanggilmu kembali kesini...kedalam pelukan.

Rabu, 05 Maret 2014

Tidak adil !!

Orang yang seharusnya merasakan hal yang sama denganku, kini masih berbahagia dengan kekasihnya.
Orang yang menyebabkan aku kehilangan orang yang sangat aku cintai, kini masih memiliki orang yang dicintainya.
Kenapa dunia ini tidak pernah adil? Aku ingin dia merasakannya juga agar dia tidak semudah itu merusak apa yang selama ini kubangun dengan susah payah.
Penantian sulit hampir satu tahun sekarang menjadi sia-sia, bahkan jejak penantian itu pun tak lagi terlihat di matanya, orang yang aku cintai.
Dan dia, orang yang menghancurkannya....harusnya dia lah yang kini terpuruk dan sedih, agar dia merasakan beratnya menjadi aku akhir-akhir ini.

Selasa, 04 Maret 2014

Sepenggal Khayalan

Aku pernah berkhayal...
Jika suatu hari nanti kita menikah dan memiliki anak perempuan, aku akan menamai dia, hawa.
Alasannya? Sederhana.
Adam adalah manusia pertama di bumi. Hawa diciptakan untuk Adam. Pada saat itu di bumi hanya ada 2 manusia. Aku ingin, kelak ketika kamu bersama dengan aku dan kita memiliki seorang malaikat kecil, kamu tidak akan pernah tergoda dengan wanita lain dan memilih pergi.
Aku ingin kamu mengingat Hawa. Aku ingin kamu mengingat bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusukmu. Dan aku ingin kamu mengingat bahwa kalian ditakdirkan untuk bersama-sama.
Kamu tidak akan mengkhianati hawa kan? Kamu tidak mungkin melukai perasaan seorang anak kecil kan?
Jika kamu telah terbiasa melukai aku, jangan lakukan itu pada anak kita kelak. Mungkin aku bukan hawa yang kamu harapkan. Namun hawa yang akan lahir diantara kita, itu adalah buah cinta kita. Wujud nyata dari perasaan kita. Penyempurna bagi kita. :)

Minggu, 02 Maret 2014

Karma

Awalnya aku mengira kamu adalah sahabat terbaikku. Aku mempercayakan ceritaku padamu, berharap kamu bisa memahaminya. Kita berteman dan kita baik-baik saja. Sampai dia yang aku cintai salah memahami kedekatan kita. Dia pergi meninggalkan aku dan membiarkan aku terpuruk sendirian. Aku kira sahabat yang baik seharus ya membantu memberikan pengertian padanya. Sebagai sesama pria bukankah lebih mudah untuk saling memahami?
Nyatanya kamu tidak begitu, teman. Kamu tidak membantuku. Kamu malah membiarkannya pergi menjauh dariku. Jika kamu benar-benar sahabatku, kamu harusnya tahu kalau itu akan menghancurkan aku. Kepergiannya mengacaukan aku, tapi apa pedulimu? Kau malah sibuk dengan kekasihmu dan tak sedikitpun tertarik mendengarkan cerita tentang seberapa hancurnya aku ditinggalkan olehnya.
Kini kekasihmu juga salah paham dengan kehadiranku. Aku tak bermaksud untuk menjauh namun aku cukup cerdas untuk mengerti kemauannya. Namun jika dia tidak ingin kembali padamu, mungkin itu yang seharusnya kamu rasakan. Kamu juga harus tahu apa yang aku rasakan. Kamu harus tahu, semudah kamu melepaskan tangan dari tanggung jawabmu untuk membantuku menjelaskan padanya, semudah itu pula karma membuatmu merasakan hal yang sama denganku.

Butuh Waktu

Mencintai seseorang yang tidak kita cintai sama sulitnya seperti mencoba melupakan seseorang yang kita cintai.
Menghadapi salah satunya saja sudah berat, apalagi keduanya.
Aku benar-benar butuh waktu sendirian agar tidak ada yang meracuni pikiranku dan membuat aku semakin bingung.
Yang satu ingin aku begini, yang lain lagi ingin aku begitu. Aku yang menjalani, aku pula yang tahu apa yang harus aku lakukan. Aku hanya butuh waktu berpikir.
Setidaknya agar aku lebih mudah memutuskan siapa yang akan bersamaku untuk kedepannya. Ataukah aku akan berjalan sendirian.

Sabtu, 01 Maret 2014

Kosong

Rasanya otakku mulai buntu....
Begitu sulit membayangkan apa yang ingin aku tuliskan....
Pikiranku seolah kosong...
Sama seperti hatiku yang kosong semenjak kamu pergi.

Sulit memang ketika aku harus kehilangan seseorang yang menjadi inspirasi bagiku...
Kebahagian ataupun kesedihan yang kau ciptakan akan selalu membuatku berfikir...
Membuatku menumpahkan tinta hitam diatas kertas putih...
Tapi kini kertas putih itu kosong...
Kau seolah mengambil alih semua pikiranku...
Entah kau bawa kemana, tapi yang aku tau kini pikiranku kosong...

Jika kau memang tak bisa kembali padaku....setidaknya kembalikan hatiku dan pikiran normalku agar aku tidak perlu sekacau ini saat kamu tak disini...
Agar aku tak perlu merindu terlalu dalam ketika kamu tak meberi kabar.