Awalnya aku mengira kamu adalah sahabat terbaikku. Aku mempercayakan ceritaku padamu, berharap kamu bisa memahaminya. Kita berteman dan kita baik-baik saja. Sampai dia yang aku cintai salah memahami kedekatan kita. Dia pergi meninggalkan aku dan membiarkan aku terpuruk sendirian. Aku kira sahabat yang baik seharus ya membantu memberikan pengertian padanya. Sebagai sesama pria bukankah lebih mudah untuk saling memahami?
Nyatanya kamu tidak begitu, teman. Kamu tidak membantuku. Kamu malah membiarkannya pergi menjauh dariku. Jika kamu benar-benar sahabatku, kamu harusnya tahu kalau itu akan menghancurkan aku. Kepergiannya mengacaukan aku, tapi apa pedulimu? Kau malah sibuk dengan kekasihmu dan tak sedikitpun tertarik mendengarkan cerita tentang seberapa hancurnya aku ditinggalkan olehnya.
Kini kekasihmu juga salah paham dengan kehadiranku. Aku tak bermaksud untuk menjauh namun aku cukup cerdas untuk mengerti kemauannya. Namun jika dia tidak ingin kembali padamu, mungkin itu yang seharusnya kamu rasakan. Kamu juga harus tahu apa yang aku rasakan. Kamu harus tahu, semudah kamu melepaskan tangan dari tanggung jawabmu untuk membantuku menjelaskan padanya, semudah itu pula karma membuatmu merasakan hal yang sama denganku.
Minggu, 02 Maret 2014
Karma
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar