Mimpi kita saat itu terlalu jauh
Khayalan kita terlalu tinggi
Padahal kita berdua sama-sama tahu
Tak mungkin ada penyatuan diantara kita
Semakin hari, semua ini terasa semakin berat
Bukannya pesimis, tapi semua ini jadi terasa sia-sia
Apa kini aku berjuang sendirian?
Apa kini kau mulai tak peduli?
Sayang aku lelah...
Aku butuh pundak untuk bersandar
Melepas semua bebanku yang mungkin kutuangkan dalam air mata
Tapi apakah mungkin itu pundakmu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar