Saya mencoba mencari Dia yang menciptakan kamu. Saya mengadu sedikit padaNya bahwa saya merindukan kamu. Saya percaya Dia tahu lebih banyak. Saya yakin Dia punya rencana lebih baik untuk kita.
Saya sangat sangat merindukan kamu, lebih daripada tanaman merindukan tetesan hujan pada musim kemarau. Semakin saya mencoba menyangkal, semakin rindu ini menjadi dalam.
Saya rindu sapaanmu meski hanya lewat pesan singkat. Meski saya harus terkantuk menantinya.
Saya rindu pertemuan kita, meski hanya beberapa detik aku dapat menatap wajahmu.
Ini bukan khayal, karna kamu bukan tokoh fiksi. Perasaan saya tak dangkal. Saya mencintaimu bukan karna fisik.
Perasaan saya jelas dan rindu ini nyata. Rindu ini tak menuntut balas. Rindu ini bukanlah dendam yang perlu balas para pembenci. Rindu ini tulus dari seorang pencinta. Rindu sepihak oleh pencinta sendiri. Rindu yang tertahan dalam diam. Rindu yang tertumpah dalam air mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar