Aku seperti pernah melihat raut wajah dan sorot mata seperti itu. Di pertengahan Januari waktu itu. Aku melihatnya dengan jelas, sejelas luka yang tergores di hatiku pada saat itu juga.
Kamu mengingatkanku pada kejadian itu. Padanya. Seseorang yang aku cintai benar. Seseorang yang akhirnya pergi tanpa pernah menoleh kebelakang.
Waktu itu, mungkin memang aku yang bersalah. Aku yang membuatnya bersedih. Namun kini, entah apa atau siapa yang membuatmu begini.
Seperti ingin menebus kesalahanku waktu itu padanya. Rasanya, aku ingin mengambil tempat di sebelahmu. Bertanya padamu "ada apa?". Mendengarkan keluh kesah yang mungkin akan kau tumpahkan. Tapi sepertinya takkan terjadi. Aku hanya dapat memandangimu resah. Pesan singkatku pun bahkan tak kau gubris.
Ku harap kau akan baik. Ku harap kau akan kembali dengan senyummu. Cepatlah pulih. Cepatlah bangkit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar