Malam ini aku datang ke tempat yang kau janjikan dulu.
Tempat dimana kita akan menghabiskan waktu berdua sebelum kamu pergi jauh.
Bukannya aku ingin mengenang janji-janji kosongmu. Sebaliknya, aku ingin
mencari hiburan disana, menghilangkan penat dan ingin menghapus sebuah ingatan
yang kusimpan dalam.
Tiba-tiba saja dia mengingatkan ku tentang kamu. Padahal aku
ingin sekali terlihat tidak peduli. Aku ingin lupa besok tanggal 11 Oktober. Aku
ingin berpura-pura tidak tahu kalau kamu besok akan kembali. Tahu kita akan
berada satu kota lagi membuatku sedikit panik tanpa alasan pasti. Aku rasa aku
hanya takut bertemu denganmu. Aku takut teringat lagi padamu. Aku takut kembali
menjatuhkan hati ini padamu. Aku takut harapan itu tumbuh lagi dengan sia-sia.
Aku tidak tahu sampai kapan kita akan berada di satu kota
tanpa bertatap muka. Selama ini aku tahan berada jauh darimu dan tidak
berbicara padamu. Namun rindu ini sudah memuncak, sudah ingin dipuaskan dengan
pertemuan dan pelukan. Aku harap rindu ini tidak mendorongku melakukan tindakan
nekat demi bertemu denganmu. Bukan aku tak cinta, bukan pula tak rindu. Aku
hanya takut terluka lagi saat bertemu.
Mengingat pertemuan terakhir kita sangat menyakitkan.
Perpisahan terakhir kita juga tak jelas. Membuat semua yang kita lalui serasa
tak nyata dan tak berarti. Aku pun meragu pentingkah pertemuan kita nantinya.
Kuputuskan berpura-pura tak tahu dan tak peduli. Maafkan aku.
Saat aku kembali pulang, suara kereta yang melaju kencang
membuyarkan lamunanku yang berganti menjadi bayangan kamu ada dalam kereta
kosong itu dan melambaikan tangan padaku. Aku ingin kau kembali padaku. Tapi
sepertinya kau selalu menemukan dia yang lebih baik, dia yang lebih cantik, dia
yang lebih pintar.
Wanita-wanita yang berdiri rapat di sekitarmu seperti pagar
yang membatasi kita. Kamu menjadi sebatas imajinasi yang tak mungkin menjadi
nyata. Rindu yang tak terbalas. Cinta yang menggantung terlalu tinggi. Seperti
bintang yang tak bisa diraih dan janji yang tak terpenuhi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar