Setiap kali aku ingin memulai
sesuatu yang baru, entah darimana kamu selalu hadir lagi, mengganggu ketenangan
hati yang mulai tercipta, mengacaukan rencanaku berjalan kedepan dan
melanjutkan hidup tanpa kamu. Hari ini aku menerimamu kembali dan memaafkan
kamu untuk yang kesekian kalinya. Aku akui, menolakmu bukanlah hal yang mudah. Meski
aku sadar betul, esok aku akan melihat kamu pergi lagi, menjauh lagi, hilang
tanpa kabar lagi. Aku salah? Tidak, aku tidak salah, kamu biasanya begitu dan
akan selalu begitu.
Tanpa aku sadari, aku sudah terlalu
jauh membiarkanmu masuk ke dalam hati ini dan menguasainya. Tanpa kamu sadari
juga, kamu selalu datang dan pergi dengan mudahnya seperti manusia tak
berperasaan. Meskipun aku bisa terlihat begitu tegar ketika kamu pergi. Aku
juga bisa terlihat begitu tenang saat kamu bersamanya. Tapi pernahkan kamu tahu
isi hatiku? Menangis? Ya, hatiku menangis, aku ingin berteriak padamu agar kamu
mau menghentikan semua ini.
Mencintaimu sangat melelahkan, tapi aku tak pernah tahu
mengapa aku tak bisa berhenti. Terlalu sakit untuk diteruskan, namun aku juga
tidak bisa dengan mudahnya melepaskanmu. Aku belum ikhlas. Lihatlah aku
sesekali, aku selalu disini tiap kamu pergi, tiap kamu kembali, mungkin aku
akan menerima dan memaafkan kamu lagi berkali-kali. Aku tak tahu pasti, aku
yang bodoh atau memang kamu yang tak berperasaan? Yang aku tahu cinta ini
melekat terlalu kuat dalam hati. Sulit dilepaskan dan dihindari sekalipun aku
menginginkannya.
Aku ingin kamu menyadari satu hal,
seseorang yang menunggu, menanti dan selalu ada untukmu tidak bisa selalu
begitu. Dia juga punya kehidupan sendiri dan kehidupannya akan jauh lebih baik
jika tanpa kamu disekitarnya. Kalimat itu menyakitkan untuk kuucapkan atau
kutulis, mungkin juga sakit untuk kau dengar atau kau baca tapi kita sepatutnya
menyadari, kalimat itu benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar