Aku merasakannya lagi. Aku kecewa sayang.
Malaikatku bilang, kamu tidak bisa membaca suratku. Aku memang tidak tahu
alasannya, aku juga tidak mau terlalu banyak tanya. Aku memilih diam dan
menutupi rasa kecewaku.
Kamu tahu sayang, aku menulisnya semalaman, memilih mengurangi
waktu tidurku, mengabaikan rasa lelahku hanya untuk menulisnya. Aku ingin kamu
tahu, di saat-saat sulitmu, masih ada aku yang memperhatikanmu. Tapi tidak apa sayang,
istirahatlah. Aku ingin kamu segera membaik. Mungkin saat kamu sudah sembuh,
kamu baru bisa membacanya. Berjanjilah padaku kamu akan membacanya. Kamu tidak
perlu memahami apapun, cukup membacanya akan membuatku senang.
Mungkin ini tulisan terakhirku untukmu. Seminggu
kedepan, aku tidak bisa menuliskan apapun untukmu. Tapi jangan khawatir, aku
tetap mendoakanmu, mengharapkan yang terbaik untukmu dan akan kembali
menuliskan sesuatu untukmu jika keadaannya memungkinkan.
Sayang, kalau kamu bertanya-tanya apa tujuanku
menuliskan ini, aku hanya mau kamu tahu, AKU MEMPERHATIKANMU . . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar