Sabtu, 03 Agustus 2013

dijodohkan takdir




“Sesuatu yang BAIK datang bagi mereka yang PERCAYA.
Sesuatu yang LEBIH BAIK datang bagi mereka yang BERSABAR.
Dan sesuatu yang TERBAIK datang bagi mereka yang TIDAK PERNAH MENYERAH.”

Aku mungkin belum pernah mengatakan padamu alasan aku mencintaimu hingga sekarang. Cinta itu tidak butuh alasan, cinta adalah proses alami, datang tiba-tiba, pada waktu dan orang yang tidak terduga. Aku tidak pernah menyangka aku akan jatuh cinta padamu. Kalau cinta bisa direncanakan aku akan memilih jatuh cinta padamu sejak aku kelas 6 SD, dengan begitu aku bisa punya banyak waktu untuk menikmati setiap momen berharga bersamamu. Sayangnya semua itu tidak bisa aku lakukan. Kita tidak terlalu dekat, bahkan jarang bicara. Aku baru jatuh cinta padamu saat kita sama-sama duduk di bangku SMP. Kelas 3. Hampir berpisah, sangat terlambat menurutku.

Kamu mungkin bertanya-tanya, bagaimana mungkin aku jatuh cinta padamu padahal kita jarang berkomunikasi. Sekarang aku akan menjelaskannya sayang. Dua tahun yang lalu, aku sedang menikmati indahnya cinta pertama. Namanya hidup, baik karir ataupun cinta semua ada lika-likunya. Aku tidak ingat tepatnya bulan apa, yang aku tahu, saat itu hatiku benar-benar dibuat hancur oleh pangeran pertama dalam hidupku. Kadang aku menangis dalam kelas. Kadang aku juga tidak bersemangat mengikuti pelajaran-pelajaran di kelas. Aku melamun, aku juga kadang menciptakan duniaku sendiri dengan mencoret-coret buku tulisku, membuat inisial namanya atau menggambar hati yang terbelah dua. Tapi candaanmu di kelas, selalu membuatku tersadar dari lamunanku dan terlepas dari duniaku.

Suasana hatiku yang buruk kembali lagi menjadi baik setelah tertawa karena lelucon-lelucon yang kau lontarkan dari bibirmu. Saling balas dengan teman-teman baikmu. Kadang hiburan secara tidak langsung bagiku menjadi gangguan bagi guru kita. Semakin mereka marah, semakin kamu dan teman-temanmu tertawa. Kalian tidak berhenti, kalian malah saling lempar lelucon. Jujur, aku menikmatinya, tiap tawa yang kau ciptakan membuat hati ini jauh lebih baik.
Karena bersama kamu juga, aku percaya pada takdir. Takdir yang ternyata sudah mendekatkan kita sejak kita kelas 6 SD dan baru kusadari saat aku mulai mencintaimu. 

Mungkin kamu tidak ingat beberapa kejadian yang melibatkan kita di dalamnya, mendekatkan kita dari waktu ke waktu. Memang takdir tidak selamanya berpihak pada kita, kadang kita didekatkan, kadang kita dijauhkan. Kamu harus tahu, saat aku menulis ini, aku tidak membuat ceritanya, aku tidak merancang takdirnya. Aku mengingat setiap kejadian yang kita alami, aku menerima takdirnya.

Ingatkah kamu kita pernah bertugas berdampingan? Ingatkah kamu kita pernah menertawakan hal-hal sepele hingga membuat mereka iri? Mereka memang tidak terang-terangan mengatakannya, tapi dari sikap mereka yang tiba-tiba marah, aku anggap mereka iri pada kebahagiaan kecil kita. Kita pernah beberapa kali bertukar posisi. Menurutku, pertukaran posisi itu juga berkat takdir yang selalu melibatkan namaku dan namamu agar selalu disebut berdampingan. Kita juga pernah terjebak di antara beberapa deret buku-buku lama yang sebenarnya jarang tersentuh. Kita membaca tiap lembarnya tapi kita tidak pernah bisa mengingat isinya. Kita hampir berdiri berdampingan di depan mereka semua dalam sebuah peringatan penting. Kita pernah juga hampir duduk berdampingan dalam sebuah perjalanan. Aku tidak tahu siapa yang menggagalkan rencana takdir. Aku sedikit kecewa kamu menolak tiap rencana takdir yang tersedia untuk kita. Ketahuilah sayang, aku menanti setiap kesempatan bisa berdekatan denganmu. Hingga disaat-saat terakhir kebersamaan kita, aku bisa berdiri di dekatmu. Hati ini terlalu bahagia untuk menggambarkannya. Meskipun kamu tidak menyadarinya, senyumku saat itu sangat tulus.

Masa-masa jayamu ketika sekolah kita mengikuti sebuah perlombaan, kamu begitu bersemangat memimpin teman-teman kita menyoraki pahlawan-pahlawan sekolah kita. Di hari terakhir, aku ada di dekatmu dan karena ulah malaikat usilku, aku hampir menyentuh tanganmu. Aku tidak hanya ada di dekatmu pada masa-masa jayamu. Aku juga ada disaat terburukmu. Kamu pernah tiba-tiba menjadi lemah dan terlihat payah. Menyita perhatian karena sesuatu hal yang bodoh pernah kamu lakukan. Aku dan teman-teman yang ada di sekitarmu, kita tidak ingin semua orang melihat kelemahan dan kepayahanmu hari itu. Meski kita semua tahu apa yang sebenarnya terjadi, tak ada satupun dari kita menceritakan pada mereka. Melindungimu dari ejekan mereka, itulah tujuan kita semua tutup mulut. Kamu benar-benar terlihat payah saat itu, tapi tidak merubah perasaanku padamu. 

Setelah semua yang kita lalui, kita memilih jalan kita masing-masing. Kamu dan orang-orang beruntung lainnya pergi ke sebuah tempat impian sedangkan aku harus pergi ke suatu tempat yang tidak mungkin akan kau temukan. Perpisahan yang terjadi pada kita itu bukan apa-apa, bukan berarti aku berhenti mencintai dan memperhatikan kamu. Lagi-lagi takdir berpihak pada kita. Takdir mengirimkan malaikatku padamu dan sekarang malaikat itu menjadi malaikat ‘kita’. Karnanya, aku masih bisa merasakan dekat denganmu walaupun tak sedekat dulu. Malaikatku bilang kita ini mirip, mulai dari cara bercanda, cara berpikir, bahkan tulisan kita juga mirip. Apakah kesamaan kita ini merupakan pertanda kalau kita jodoh?

Aku rasa kamu yang terbaik dan jujur aku memang berharap kalau kamu jodohku. Aku PERCAYA itu. Meskipun sekarang dihatimu ada orang lain. Meskipun aku tahu orang seperti apa yang selalu kamu impi-impikan. Aku tetap BERSABAR menunggu kamu untuk berubah, menyadari tak selamanya fisik bisa diandalkan. Mungkin sekarang kamu sangat mencintainya karna matanya yang sipit, kulitnya yang putih, gambaran sempurna dimatamu, tapi apakah cintamu akan tetap sama ketika dia tua nanti? Kamu tidak bisa menjawabnya sekarang. Mulut manismu bisa berkata, tapi waktulah yang akan membuktikan.

Membaca percakapanmu dengan teman-teman lama kita, hmm atau mungkin hanya teman-teman lamamu, hanya membuatku sedih. Sadarkah kamu, saat kamu dan mereka mengenang masa lalu kalian, bukankah ada aku juga disana? Kalian tidak ingat karna aku bukan apa-apa. Kehadiranku selalu diabaikan, tak pernah dilihat sedikit saja. Padahal aku selalu memperhatikanmu.

Aku PERCAYA hal-hal kecil bisa sangat berpengaruh karna kesalahpahaman kecil juga bisa menghancurkan segalanya. Tulisan ini adalah salah satunya. Tulisan ini merupakan hal kecil dan sepele. Mungkin saat kamu membaca satu dari sekian banyak tulisanku untukmu kamu masih belum menyadarinya. Jika kamu mau membaca semuanya, membaca satu persatu, kata perkata sambil mengingat masa lalumu mungkin kamu akan menemukan aku. Kalaupun kamu masih belum bisa menemukan aku, aku TIDAK PERNAH MENYERAH, aku akan terus memberikanmu petunjuk-petunjuk yang akan membuatmu mengingatku dan menemukan aku. Bukankah sesuatu yang TERBAIK datang bagi mereka yang TIDAK PERNAH MENYERAH?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar