Aku sempatkan menulis ini untukmu. Aku menemukan benda lucu,
si penjual menyebutnya “PEACE BRACELET”. Aku berencana memberikannya satu untukmu,
aku ingin kamu mendapatkan rasa damai saat kamu memakainya. Aku juga akan
memakainya. Aku ingin saat gelang itu ada di tangan kita berdua, kita bisa
berjalan berdampingan sambil bergandengan tangan. Aku yakin, hati kita akan
merasa lebih damai lagi karena kita sangat dekat dengan ‘rumah’.
Maaf, aku lupa, kamu kan mencintainya. Kamu tidak
mencintaiku sekarang, mengingatku saja tidak. Kamu tidak akan merasa nyaman
saat bersamaku, saat berjalan berdampingan denganku dan menggandeng tanganku. Kamu
juga tidak akan merasakan kamu dekat dengan rumah apalagi kedamaian. Aku
terlalu bodoh untuk menuliskan segalanya tentang ‘kita’. Kita itu tidak pernah
ada dan tidak pernah nyata. Kita hanya khayalan semu dalam pikiranku.
Kamu mencintainya. Dia yang menolakmu. Dia yang mengabaikanmu.
Jangan terlalu sedih sayang. Ketahuilah, ketika ada seseorang yang
mengabaikanmu, ada orang lain yang memperhatikanmu dan mengharapkan cinta juga
perhatianmu. Meskipun tak pernah kamu sadari, aku sabar menanti. Aku tidak
pernah punya kesempatan sebesar dia untuk mendekatimu, untuk membuatmu jatuh
cinta padaku, untuk menunjukkan betapa besar cinta dan kesabaran ini menantimu.
Seberapa keras usahaku, aku tidak akan seperti dia yang kau
cinta. Aku menyadari, menjadi seseorang yang kamu inginkan bukanlah hal yang
mudah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar