Kamis, 01 Agustus 2013

pulanglah sayang....



Akhir-akhir ini aku mulai lelah memendam perasaanku, menceritakannya pada malaikat-malaikatku yang setia juga tidak membuat perasaanku lega. Aku putuskan menuliskannya disini. Berharap kamu membaca ini sama seperti aku berharap terbang ke luar angkasa tanpa roket. Ya, itu tidak mungkin. Kata mereka, pesimis di awal itu tidak baik. Kalaupun suatu hari ada keajaiban yang membuat kamu menemukan tulisan ini dan membacanya…yang ada dalam pikiranmu, mungkin aku bisa menebaknya. “Apa sih ini?”, “berlebihan”, “bodoh”…. Tapi maaf, aku tidak perduli, karna kamu tidak pernah berada di posisiku. “Jatuh cinta diam-diam” kalau kata Dwitasari. Aku suka membaca karya-karyanya, menandai kalimat-kalimat yang sesuai dengan apa yang kurasakan. 

Lelah setelah menuntut ilmu di siang hari sampai fajar tiba di barat tak ku hiraukan. Aku tetap memikirkan kata-kata indah untuk menggambarkan sebagian perasaanku padamu. Saat bulan dan bintang datang menggantikan matahari, saat itu pula jari jemari ku mulai menari diatas keypad, merangkai kata demi kata untuk menjelaskan perasaan ini. Malam sudah larut, lagu-lagu penghantar tidur mulai terdengar, rangkaian kata ini hampir selesai.  Tak lupa aku menyapa Bapa ku di surga, menyebutkan nama-nama orang yang aku sayangi, termasuk namamu. Tanda salib terakhir malam ini sudah kubuat. Aku bisa beristirahat.

Pagiku yang penuh harapan sudah datang. Yesus masih Tuhanku, doa masih jadi sarapan pagiku, dan kamu masih ada dalam hati ini. Kabarmu lah yang selalu kutunggu, meskipun malaikatku yang menyampaikannya, kadang aku lega jika tahu kamu baik-baik saja. Tapi kadang aku juga sedih kalau tahu kamu tersakiti. Ketahuilah sayang, disaat seseorang mengabaikanmu, ada seseorang yang menginginkan perhatianmu. Tanpa kamu sadari dia selalu memperhatikanmu, mengkhawatirkanmu, memikirkanmu dan mendoakanmu.

Pernahkah kamu merasakannya, ketika kamu mencintai seseorang dan dengan mudah suasana hati orang itu juga mempengaruhi suasana hatimu? Itu yang aku rasakan, aku sedih ketika kamu sedih dan senang ketika kamu senang. Doa ku sederhana, aku berharap kamu bahagia dengan siapapun orang yang kamu cintai, tapi jika kamu tidak bahagia, aku berharap namaku yang terlintas di kepalamu, dan kamu akan menghubungiku, memberi kesempatan padaku menunjukkan kepadamu indahnya ditemukan dan menemukan, indahnya pulang kerumah. Ya, aku berharap aku bisa menjadi rumah untukmu, tempat kamu pulang dan istirahat ketika kamu lelah dengan sandiwara cintanya......jadi, pulanglah sayang aku menunggumu….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar