Aku tidak bisa menahannya. Baru beberapa jam yang lalu aku
bilang itu tulisan terakhirku. Terlalu banyak yang ingin aku katakan padamu.
Terlalu banyak kata-kata di kepalaku untuk dituliskan. Terlalu banyak cinta di
hatiku yang menanti untuk diungkapkan.
Aku lupa bertanya kepadamu beberapa hal. Aku tahu kamu
menunggunya, selalu. Tapi apakah dia datang? Apakah dia menjengukmu? Apakah dia
mengupas buah-buahan kesukaan mu? Apakah dia duduk disebelahmu sepanjang hari
hingga tertidu dan memegang tangan hangatmu? Yang paling sederhana saja sayang,
apakah dia orang pertama yang mengucapkan ‘semoga
lekas sembuh’?
Dia adalah gadis terbodoh jika dia tidak melakukannya. Kamu
tahu sayang, aku berharap aku bisa melakukannya. Tapi aku tahu, kamu tidak
pernah mengharapkan perhatian seperti itu dariku. Aku tidak akan memaksakan apa
yang tidak kamu inginkan.
Mungkin dia juga tidak akan ikut menjemputmu di rumah sakit
saat keadaanmu membaik dan diperbolehkan pulang. Mungkin dia juga tidak akan
sebahagia aku ketika tahu kamu sehat. Mungkin dia juga tidak berencana membuat
pesta sederhana menyambut kepulanganmu. Pesta yang akan aku buat jika aku
adalah orang terdekatmu, sayangnya aku bukan orang beruntung itu. Jika aku
adalah dia, aku akan senang sekali menghabiskan hari-hariku bersamamu. Aku akan
dengan senang hati berjalan disebelahmu, mendampingimu kemanapun kamu mau. Tapi
aku hanya bisa membayangkannya, aku tahu, bagimu aku tidak pantas untukmu.
Karena alasan itu pula aku tetap memendam perasaan ini. Aku tidak pantas.
“ I can only
imagine what it will be like when I walk by your side”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar