Aku rasa, memang hanya kamu yang ada
di hati dan otakku. Aku juga rasa, aku melihat kisah kita di televisi. Melihat
seorang gadis yang menangisi pujaan hatinya yang juga sedang menangis, tapi
pria ini menangisi gadis lain yang sangat dicintainya. Mungkin kalau aku
melihatmu menangisi gadis yang kamu cintai itu aku juga akan menangis, mungkin
lebih keras. Dulu, beberapa kali aku melihatmu memasang wajah muram sepanjang
hari. Meskipun kamu tidak menangis, aku merasakan kekecewaan yang kamu rasakan
karnanya. Aku berada cukup jauh darimu
kini, aku tidak bisa melihatmu setiap hari seperti dulu. Hanya tulisan-tulisan
singkat di akun jejaring sosial milikmu yang bisa kubaca. Aku mengikuti mu,
walaupun kamu terlihat segan mengikutiku kembali. Kamu harus tahu, setiap aku melihat
kicauan-kicauan galau dan sedihmu hati ini rasanya ikut hancur
berkeping-keping.
Harapanmu padanya terlalu tinggi
sayang, seperti harapanku padamu. Kamu berharap bisa lebih dekat padanya. Aku
tahu kamu bisa. Sedangkan aku? Aku tidak bisa berharap begitu. Kenapa? Aku
tidak pernah sedikitpun ada di ingatanmu. Yang aku bisa lakukan hanyalah
menulis dan menulis. Berharap keajaiban membawa tulisan ini padamu. Siapa yang
tahu kan, mungkin kamu akan merasakannya. Tulisan ini untukmu sayang. Tidak perlu
seluruh dunia membacanya. Cukup kamu dan malaikat-malaikatku yang membacanya.
Malaikatku akan membuat kamu membacanya suatu hari nanti. Aku percaya itu. Aku
berharap kamu akan menyadarinya ketika membaca ini. Ada orang yang menunggu,
memperhatikan dan mencintaimu dengan sangat dalam. Tuhan? Tuhan tidak perlu
membacanya sayang, aku percaya Dia tahu isi hatiku lebih daripada yang aku tuliskan.
Menahan air mata tiap menulis
surat-surat untukmu, itu sangat berat sayang. Tapi aku tidak akan menjadi gadis
cengeng. Aku menahannya seperti aku menahan luapan rindu dan cinta yang terasa
dalam hatiku. Aku tahu aku bisa. Aku tegar. Setidaknya aku berusaha tidak
terlihat lemah, cinta itu tidak lemah sayang, cinta itu harus kuat, sekuat iman
kita pada Yesus yang akan membawa kita pada keselamatan. Aku percaya cinta yang
kuat ini akan membawa kita pada kebahagiaan kelak. Aku percaya sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar